Pengaruh Perawatan Air Tawar Dan Air Laut Pada Penggunaan Fly ash Sebagai Subtitusi Semen Dan Bottom Ash Sebagai Pengganti Sebagian Pasir Pada Beton Mutu 20 Mpa
Keywords:
Beton 20 Mpa, Fly ash, Bottom ash, Limbah Batubara, Kuat TekanAbstract
Pembangunan infrastruktur yang pesat memacu kebutuhan akan prasarana transportasi yang berkelanjutan, serta inovasi dalam rekayasa struktur, khususnya pada teknologi bahan konstruksi. Beton, sebagai bahan bangunan utama, membutuhkan inovasi untuk meningkatkan kekuatan dan kinerjanya, salah satunya dengan penggunaan bahan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah pembakaran batubara, yaitu fly ash dan Bottom ash, dalam campuran beton mutu 20 MPa. Fly ash digunakan sebagai subtitusi semen, sementara Bottom ash menggantikan sebagian agregat halus. Penggunaan bahan limbah ini bertujuan untuk mengurangi biaya produksi beton dan dampak lingkungan dari limbah batubara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bottom ash dan fly ash dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Pada umur 7 hingga 28 hari, kuat tekan beton cenderung menurun, namun meningkat pada umur 56 hari, baik untuk perawatan dalam air tawar maupun air laut. Pengujian kuat tekan dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk kubus atau silinder pada umur 7, 28, dan 56 hari. Hasil uji kuat tekan pada campuran beton dengan komposisi 30% Bottom ash menunjukkan kekuatan tekan tertinggi pada umur 56 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan Bottom ash tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga dapat menghasilkan beton dengan kinerja yang baik, terutama pada umur beton yang lebih lama.





