Analisis Sifat Mekanik Komposit Komposis Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dengan Variasi Waktu Perendaman Serat Dalam Larutan NaOH
Keywords:
komposit, tangkos, serat, kelapa sawit, hybridAbstract
Pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia menghasilkan peningkatan limbah padat berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang pemanfaatannya masih terbatas. Pemanfaatan serat TKKS sebagai penguat (reinforcement) komposit menjadi solusi strategis. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan variasi fraksi volume serat-resin (S-R) sebesar 25%:75% dan 50%:50%, serta variasi lama perendaman serat selama 2 jam dan 3 jam. Spesifikasi pengujian tarik mengacu pada standar internasional ASTM D3039 untuk lembaran datar berlapis (flat strip laminate). Peningkatan waktu perendaman dari 2 jam ke 3 jam menunjukkan tren linier positif terhadap nilai tegangan maksimum pada kedua variasi campuran. Kenaikan tegangan terbesar terjadi pada rasio S-R 25%:75% yaitu sebesar 43,20% (dari 15,58 N/mm2 menjadi 22,31 N/mm2). Nilai tegangan tertinggi secara keseluruhan dicapai oleh rasio S-R 50%:50% pada perendaman 3 jam yaitu sebesar 23,16 N/mm2. Di sisi lain, nilai regangan menunjukkan perilaku yang bertolak belakang; rasio S-R 25%:75% meningkat (dari 1,85 ke 2,35), sedangkan rasio S-R 50%:50% menurun tajam (dari 3,00 ke 1,95) karena peningkatan kekakuan material. Kekuatan tarik maksimum komposit dipengaruhi secara simultan oleh durasi perendaman alkali dan fraksi campuran serat-resin. Durasi perendaman selama 3 jam dengan fasa kerapatan serat 50% (rasio S-R 50%:50%) merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kekuatan struktural dalam menahan beban tarik.





