Metode Pelaksanaan Pembangunan TPS Limbah B3 Pada Fasilitas Industri Gas
Keywords:
Konstruksi industri gas, TPS Limbah B3, Pengendalian mutu, Keselamatan kerja, ContainmentAbstract
Pembangunan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 pada fasilitas industri gas menuntut metode pelaksanaan yang mengintegrasikan aspek konstruksi, keselamatan kerja, pengendalian mutu, dan kepatuhan lingkungan. Penelitian ini menganalisis metode pelaksanaan pembangunan TPS Limbah B3 PT Transportasi Gas Indonesia di Duri 1 MS, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari uraian pekerjaan, gambar kerja, dokumentasi lapangan, dan rujukan regulasi. Analisis dilakukan melalui identifikasi elemen kritis, sintesis tahapan konstruksi, dan penyusunan matriks mutu-risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerjaan perlu disusun dalam delapan tahap: persiapan dan zonasi, pekerjaan tanah, pondasi dan sloof, lantai kedap dan containment, struktur dan dinding, atap dan kanopi, mekanikal-elektrikal serta perlengkapan, kemudian uji fungsi dan serah terima. Elemen kritis terdiri atas lantai kedap, bundwall, drainase pengendali tumpahan, ventilasi, proteksi listrik, signage, pallet, APAR, dan eyewash. Pengendalian mutu harus berbasis inspection and test plan dengan bukti verifikasi pada setiap hold point. Integrasi metode kerja, K3, dan persyaratan lingkungan meningkatkan keandalan fasilitas sekaligus menurunkan risiko kebocoran, genangan, kontaminasi silang, dan ketidakpatuhan dokumen. Temuan ini menegaskan bahwa TPS Limbah B3 memerlukan method statement khusus yang berbeda dari konstruksi gudang konvensional, dan dapat menjadi acuan bagi proyek sejenis di lingkungan industri berisiko tinggi.





