Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi dan Longsor di Kabupaten Solok Menggunakan Metode AHP dan Sistem Informasi Geografis (SIG)
Keywords:
Sistem Pendukung Keputusan, AHP, Sistem Informasi Geografis, Gempa Bumi, Longsor, Kabupaten Solok, Mitigasi BencanaAbstract
Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi di Indonesia. Secara geologis, Kabupaten Solok dilalui oleh Sesar Sumatera (Semangko Fault) yang aktif dan memiliki topografi pegunungan yang curam, menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi dan tanah longsor. Keterbatasan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi menjadi hambatan utama bagi pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penentuan daerah rawan bencana gempa bumi dan longsor di Kabupaten Solok dengan mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria parameter kerawanan bencana berdasarkan penilaian 12 responden pakar, sedangkan SIG digunakan untuk memvisualisasikan hasil analisis dalam bentuk peta zonasi kerawanan spasial. Kriteria yang digunakan untuk analisis kerawanan gempa meliputi jarak dari sesar aktif, jenis batuan, amplifikasi tanah, kepadatan penduduk, dan kualitas bangunan. Sedangkan untuk analisis kerawanan longsor meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kedalaman tanah pelapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan gempa bumi dan 5 kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan longsor di Kabupaten Solok. Sistem yang dibangun menghasilkan peta zonasi kerawanan multi-bencana dengan akurasi sebesar 88,7% yang divalidasi menggunakan data kejadian bencana historis dari BPBD Kabupaten Solok periode 2018-2023. Sistem berbasis web yang dibangun diharapkan dapat menjadi instrumen pengambilan keputusan yang efektif bagi Pemerintah Kabupaten Solok dan BPBD dalam perencanaan tata ruang berbasis kebencanaan dan peningkatan kapasitas mitigasi bencana.





