SAINSTEK https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js <p>Jurnal SAINSTEK memuat tulisan ilmiah dari beberapa bidang ilmu, seperti Rekayasa Teknik yang menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dibidang teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin dan matematika. Tulisan dapat berupa karangan artikel ilmiah hasil penelitian, dan/atau laporan khusus, tinjauan kepustakaan, editorial, maupun tesis Magister dan Doktor, atau yang dapat disetarakan dengan penelitian.</p> <p>Jurnal SAINSTEK adalah jurnal akses terbuka (open access) dan akan menerbitkan naskah ilmiah dalam periode penerbitan 2 kali pertahun (Juni dan Desember), dan dipublikasikan dalam bentuk cetak dan elektronik.</p> <p>Petunjuk submission dan penulisan bagi penulis dapat di lihat pada Author Guidelines</p> <p>Jurnal SAINSTEK telah terindeks <strong>SINTA 4</strong> berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Nomor : 177/E/KPT/2024, 15 Oktober 2024 dan Crossreff dengan id: https://doi.org/10.35583/js</p> Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru en-US SAINSTEK 2337-6910 Perencanaan Dinding Penahan Tanah Sebagai Stabilitasasi Lereng Di Kota Pekanbaru https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/358 <p>Masalah kelongsoran sering terjadi diakibatkan oleh berbagai faktor yang terjadi di alam, seperti di Jalan Pemuda, Rejosari, Kec. Tenayan Raya, Kota Pekanbaru pada rumah masyarakat terdapat daerah lereng yang longsor. Lereng memiliki ketinggian 3,45 meter dan panjang 15 meter. Pada bulan Mei 2024 lalu lereng ini mengalami kelongsoran yang memakan sebagian lahan pada bangunan tersebut. Oleh karena itu diperlukan perencanaan stabilitasi lereng berupa dinding penahan tanah tipe kantilever. Dari hasil analisis stabilitas lereng menggunakan metode Simplified Bishop faktor keamanan (FS) bidang gelincir lereng didapatkan 1,19 dengan jari-jari (R) = 5,56 meter lebih kecil dari faktor aman yang disyaratkan. Selanjutnya direncanakan dimensi dinding penahan tanah tipe kantilever dengan tinggi 3,5 meter, lebar tapak 2,1 meter, tebal tapak 0,3 meter, lebar kaki depan 0,7 meter, tebal dinding atas 0,3 meter dan tebal dinding bawah 0,4 meter. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap dinding penahan tanah tipe kantilever, didapatkan nilai faktor aman terhadap pergeseran (Fgs) sebesar 1,567 lebih besar dari faktor aman yang disyaratkan yaitu 1,5. faktor aman terhadap penggulingan (Fgl) sebesar 3,615 lebih besar dari faktor aman minimal yaitu 2. Nilai faktor aman terhadap daya dukung tanah didapat sebesar 5,095 lebih besar dari syarat minimalnya yaitu 3.</p> Aidil Hamka Siregar Virgo Trisep Haris Muthia Anggraini Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 1 8 10.35583/js.v14i1.358 Rekayasa Stabilitas Lereng Dengan Pembuatan Trap Dari Tinjauan Faktor Aman https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/418 <p>Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik, khususnya pada wilayah perbukitan yang rentan terhadap longsor akibat pengaruh beban tanah dan kondisi hidrologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan trap sebagai sistem rekayasa pengendali longsor terhadap peningkatan stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah analisis keseimbangan batas dengan pendekatan Bishop. Lereng dibagi menjadi 12 irisan dan dianalisis untuk kondisi lereng asli dan dengan trap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi lereng asli diperoleh faktor keamanan sebesar 1.57, yang menunjukkan kondisi lereng stabil. Namun pada lereng asli ini memiliki potensi kerentanan longsor terhadap perubahan lingkungan karena mendekati syarat teknis 1.5. Setelah penerapan trap pada lereng asli, terjadi penurunan gaya pendorong dari 518,10 kN menjadi 402,85 kN, dan meningkatnya faktor keamanan menjadi 1,81. Peningkatan ini disebabkan oleh berkurangnya massa tanah dizona kritis lereng, sehingga komponen gaya pendorong sepanjang bidang longsor menurun secara signifikan. Selain meningkatkan stabilitas secara mekanis, trap juga berperan dalam mengendalikan aliran permukaan dan mengurangi potensi erosi, sehingga memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kestabilan jangka panjang. Dengan demikian, cara trap dapat menjadi alternatif solusi rekayasa yang efektif, ekonomis, dan berwawasan lingkungan dibandingkan metode perkuatan konvensional berbasis beton. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan metode mitigasi longsor yang lebih berkelanjutan, khususnya pada lereng diperbukitan.</p> Muhammad Toyeb Zainuri Zainuri Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 9 16 10.35583/js.v14i1.418 Model Hidrologi Prediksi Fluktuasi TMAT Lahan Gambut di Pesisir Bengkalis https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/420 Yondriadi Yondriadi Sigit Sutikno Muhamad Yusa Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 17 26 10.35583/js.v14i1.420 Tinjauan Penerapan Prinsip Keamanan dan Keberlanjutan Konstruksi pada Kontraktor di Kota Pekanbaru https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/421 <p>Keamanan proyek dan keberlanjutan konstruksi merupakan dua aspek penting yang mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi. Keamanan proyek berperan dalam melindungi material, peralatan, dan tenaga kerja dari berbagai risiko yang dapat mengganggu kelancaran pekerjaan, sedangkan keberlanjutan konstruksi berfokus pada upaya meminimalkan dampak lingkungan serta meningkatkan manfaat sosial dan ekonomi selama siklus proyek. Seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di Kota Pekanbaru, kontraktor dituntut untuk menerapkan kedua prinsip tersebut secara terpadu dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan prinsip keamanan dan keberlanjutan konstruksi pada kontraktor di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert kepada 40 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan skor rata-rata, persentase, dan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan prinsip keamanan konstruksi memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,16 yang termasuk dalam kategori cukup baik, sedangkan tingkat penerapan prinsip keberlanjutan konstruksi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,11 yang termasuk dalam kategori baik. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,796 untuk variabel keamanan dan 0,979 untuk variabel keberlanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kontraktor di Kota Pekanbaru telah menerapkan prinsip keamanan dan keberlanjutan konstruksi dengan cukup baik, meskipun masih diperlukan peningkatan pada beberapa aspek untuk mendukung terwujudnya praktik konstruksi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.</p> Silfia Rini Yulia Setiani Sasalina Sasalina Neri Puspita Sari Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 27 35 10.35583/js.v14i1.421 Evaluasi Akurasi Data Curah Hujan Satelit IMERG NASA Terhadap Data Observasi BMKG di Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Periode 2009–2024 https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/422 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi data curah hujan satelit Integrated Multi-satellitE Retrievals for GPM (IMERG) dari NASA terhadap data observasi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Provinsi Riau. Data yang digunakan mencakup periode tahun 2009–2024. Analisis dilakukan dengan menghitung selisih antara kedua data, Root Mean Square Error (RMSE), Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE), dan koefisien korelasi (r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RMSE sebesar 53,458 mm/tahun, nilai NSE sebesar 0,918, dan korelasi (r) sebesar 0,633. Hasil ini mengindikasikan bahwa IMERG memiliki efisiensi yang sangat baik namun korelasi yang sedang dalam merepresentasikan curah hujan di Provinsi Riau. Oleh karena itu, diperlukan koreksi atau kalibrasi lokal sebelum data IMERG digunakan secara langsung dalam analisis hidrologi atau perencanaan sumber daya air di wilayah ini.</p> Marlaily Idris Hendri Rahmat Virgo Trisep Haris Fitridawati Soehardi Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 36 41 10.35583/js.v14i1.422 Perbandingan Model Karakteristik Arus Lalu Lintas Dengan Model Greenshields, Greenberg dan Underwood Pada Ruas Jalan Kaharuddin Nasution https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/430 <p>The growth of population and vehicles in the city of Pekanbaru increases traffic flow, especially on Jalan Kaharuddin Nasution which has high activity. This condition causes a decrease in road performance with category E service levels. This study aims to analyze the characteristics of traffic flow on the Kaharuddin Nasution Road section using Greenshields, Greenberg, and Underwood models. The research method is in the form of a field survey which includes observation of traffic volume, side obstacles, and vehicle speed. In addition, linear regression analysis was carried out to determine the relationship between volume, speed, and density. The results of the study conducted on Thursday showed that the relationship between volume, speed, and density based on each model have different levels of suitability with the field data. Based on the highest coefficient of determination, the model that most dominantly represents traffic flow characteristics on Jalan Kaharuddin Nasution is the Greenberg model. For the southbound direction, the Speed–Density (S–D) relationship yields an R² value of 0.7991 with the equation S=67,66 – 9,39LnD. The Volume–Density (V–D) relationship yields an R² value of 0.9471 with the equation V=67,66D – 9,39DLnD. The Volume–Speed (V–S) relationship yields an R² value of 0.4730 with the equation V=1.348,24.S.e^(-S/9,39) For the northbound direction, the Speed–Density (S–D) relationship yields an R² value of 0.1317 with the equation S=55,30 – 4,35LnD. The Volume–Density (V–D) relationship yields an R² value of 0.9099 with the equation V=55,30D – 4,35DLnD. The Volume–Speed (V–S) relationship yields an R² value of 0.00003 with the equation V=334.243,05.S.e^(-S/4,35)</p> Ester Febiola Rizqy Ridho Prakasa Mardani Sebayang Sri Djuniati Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 42 49 10.35583/js.v14i1.430 Integrasi Bridge Management System (BMS) dan Non-Destructive Testing (NDT) untuk Prediksi Umur Jembatan pada Ruas Jalan Jawa Timur https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/432 <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Bridge Management System (BMS) yang digabungkan dengan pengujian <em>Non-Destructive Testing</em> (NDT) berupa <em>Ultrasonic Pulse Velocity</em> (UPV) dan <em>Schmidt Hammer Test</em> untuk menilai kondisi jembatan pada ruas jalan Batas Kabupaten Lamongan – Batas Kota Gresik. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan model prediksi umur jembatan yang lebih akurat dengan mengintegrasikan hasil survei visual dan data teknis dari uji NDT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kondisi jembatan (NK) memiliki hubungan yang signifikan dengan mutu beton yang diukur menggunakan metode NDT, di mana semakin tinggi nilai NK, semakin rendah kualitas beton dan kecepatan rambat gelombang ultrasonik. Berdasarkan model prediksi, jembatan dengan nilai kondisi lebih baik diprediksi memiliki umur sisa yang lebih panjang, sementara jembatan dengan nilai kondisi lebih buruk memerlukan tindakan pemeliharaan lebih mendesak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem manajemen jembatan yang lebih efisien, meningkatkan keselamatan infrastruktur, serta memberikan rekomendasi pemeliharaan berbasis data untuk jembatan-jembatan yang terletak di koridor strategis Provinsi Jawa Timur.</p> Kohar Yudoprasetyo Moh. Fadhlan Rosyidi Ifarrel Rachmanda Hariyanto Yosi Noviari Wibowo Moh. Safi’i Mansur Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 50 60 10.35583/js.v14i1.432 Analisis Perubahan Luas Badan Air Permukaan Berdasarkan Citra Satelit Multi-Temporal https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/440 <p>Badan air permukaan merupakan komponen penting dalam sistem sumber daya air yang berperan dalam mendukung ketersediaan air serta menjaga keseimbangan lingkungan. Perubahan luas badan air permukaan dapat mencerminkan dinamika kondisi lingkungan suatu wilayah. Kabupaten Kerinci memiliki karakteristik topografi yang beragam dengan keberadaan badan air permukaan seperti sungai, danau, rawa, dan genangan alami. Namun demikian, informasi spasial mengenai perubahan luas badan air permukaan di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luas badan air permukaan di Kabupaten Kerinci berdasarkan citra satelit. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan memanfaatkan citra satelit multi-temporal sebagai data sekunder. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan citra satelit, interpretasi visual, digitasi badan air permukaan, perhitungan luas, serta perbandingan perubahan luas antar periode pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas badan air permukaan mengalami peningkatan sebesar 60 ha pada periode 2018–2020 dan penurunan sebesar 30 ha pada periode 2020–2022, sehingga secara keseluruhan terjadi peningkatan bersih sebesar 30 ha. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan luas badan air permukaan bersifat fluktuatif dan tidak linear. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai dinamika badan air permukaan yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam pemantauan sumber daya air di tingkat daerah.</p> Ollga Febiola Delfi Kurnia Zebua Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 61 68 10.35583/js.v14i1.440 Analisis Implikasi Perendaman Air Hujan Terhadap Kinerja Perkerasan Aspal Berdasarkan Parameter Marshall https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/444 <p>Perkerasan jalan memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya air hujan. Infiltrasi air hujan ke dalam lapisan perkerasan dapat menurunkan daya ikat antara aspal dan agregat sehingga mempercepat kerusakan jalan. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis pengaruh perendaman air hujan kepada nilai stabilitas, flow, serta parameter Marshall berupa Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA), serta mengevaluasi implikasinya terhadap kinerja perkerasan aspal. Penelitian menerapkan metode eksperimen laboratorium melalui pengujian Marshall pada benda uji campuran aspal yang direndam menggunakan air hujan melalui variasi waktu 24 jam, 48 jam, 72 jam, 120 jam, dan 168 jam. Campuran aspal dirancang menggunakan metode Marshall untuk memperoleh kadar aspal optimum sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya lamanya waktu perendaman, menurun juga nilai stabilitas campuran aspal, sedangkan nilai flow mengalami peningkatan. Nilai VIM dan VMA cenderung meningkat masing-masing sebesar 4,25 % dan 15,55%, sementara nilai VFA mengalami penurunan sebesar 72,67 % akibat masuknya air ke dalam rongga campuran yang menyebabkan berkurangnya daya ikat aspal terhadap agregat.. Perendaman air hujan menyebabkan penurunan nilai stabilitas dan Marshall Quotient (MQ) masing-masing sebesar 29,07 % dan 235 kg/mm serta peningkatan nilai Void in Mix (VIM) sebesar 4,25%, yang mengindikasikan melemahnya ikatan aspal-agregat dan menurunnya kinerja perkerasan aspal terhadap beban lalu lintas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perendaman air hujan memberikan dampak negatif kepada kinerja perkerasan aspal karena mempercepat terjadinya moisture damage yang dapat mengurangi umur layanan perkerasan jalan</p> Sahriyal Sahriyal Erny Riza Pahlifi Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 69 75 10.35583/js.v14i1.444 Metode Pelaksanaan Pembangunan TPS Limbah B3 Pada Fasilitas Industri Gas https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/448 <p>Pembangunan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 pada fasilitas industri gas menuntut metode pelaksanaan yang mengintegrasikan aspek konstruksi, keselamatan kerja, pengendalian mutu, dan kepatuhan lingkungan. Penelitian ini menganalisis metode pelaksanaan pembangunan TPS Limbah B3 PT Transportasi Gas Indonesia di Duri 1 MS, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari uraian pekerjaan, gambar kerja, dokumentasi lapangan, dan rujukan regulasi. Analisis dilakukan melalui identifikasi elemen kritis, sintesis tahapan konstruksi, dan penyusunan matriks mutu-risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerjaan perlu disusun dalam delapan tahap: persiapan dan zonasi, pekerjaan tanah, pondasi dan sloof, lantai kedap dan <em>containment</em>, struktur dan dinding, atap dan kanopi, mekanikal-elektrikal serta perlengkapan, kemudian uji fungsi dan serah terima. Elemen kritis terdiri atas lantai kedap, <em>bundwall</em>, drainase pengendali tumpahan, ventilasi, proteksi listrik, <em>signage, pallet</em>, APAR, dan <em>eyewash</em>. Pengendalian mutu harus berbasis <em>inspection</em> and <em>test plan</em> dengan bukti verifikasi pada setiap <em>hold point</em>. Integrasi metode kerja, K3, dan persyaratan lingkungan meningkatkan keandalan fasilitas sekaligus menurunkan risiko kebocoran, genangan, kontaminasi silang, dan ketidakpatuhan dokumen. Temuan ini menegaskan bahwa TPS Limbah B3 memerlukan <em>method statement</em> khusus yang berbeda dari konstruksi gudang konvensional, dan dapat menjadi acuan bagi proyek sejenis di lingkungan industri berisiko tinggi.</p> Nedra Neswita Liwanri Sitinjak Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 76 84 10.35583/js.v14i1.448 Analisis Penggunaan Material Dalam Proses Pelaksanaan Untuk Mewujudkan Konstruksi Berkelanjutan Pada Rumah Sederhana https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/427 <p>Pembangunan rumah sederhana secara massal berkontribusi signifikan terhadap timbulan sisa material (<em>construction waste</em>). Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen penggunaan material pada tahap pelaksanaan fisik guna mewujudkan konsep konstruksi berkelanjutan (<em>sustainable construction</em>) pada proyek perumahan sederhana. Studi kasus dilakukan di Perumahan Bumi Suasana Damai (BSD), Pematang Reba, Riau, yang dikembangkan oleh PT Anugerah Duo Putra. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kombinasi (<em>mixed methods</em>) kuantitatif-kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan lewat observasi lapangan terstruktur dan wawancara mendalam bersama tiga responden kunci dari tim manajemen proyek menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Validitas data diuji melalui triangulasi metode dan sumber, sedangkan tingkat keberlanjutan dievaluasi menggunakan analisis konten prinsip 4R (<em>Reduce, Reuse, Recycle, Salvage</em>) serta metode <em>scoring</em> berbasis kriteria teknis Peraturan Menteri PUPR No. 9 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas sisa material (<em>waste</em>) aktual besi tulangan mencapai 4,5% dan material beton sebesar 2,0%, di mana kedua angka tersebut masih berada di bawah batas toleransi kritis industri konstruksi (&lt; 5%). Pihak pengembang telah menerapkan prinsip <em>reuse</em> pada papan bekisting hingga 4 kali siklus pakai, serta tindakan <em>salvage</em> dan <em>recycle</em> pada limbah pecahan masonry sebagai bahan pengeras jalan proyek. Hasil pembobotan kuantitatif membuktikan indeks tingkat kepatuhan (<em>compliance rate</em>) penerapan konstruksi berkelanjutan di perumahan BSD mencapai 75,0%, yang diklasifikasikan ke dalam Kategori Baik (Patuh). Kendati demikian, implementasi praktis ini masih didominasi oleh motif efisiensi biaya ekonomi dan belum diwadahi secara formal dalam dokumen <em>Standard Operating Procedure</em> (SOP) tertulis korporasi.</p> Sri Agustin Lisa Trisnawati Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 85 96 10.35583/js.v14i1.427 Analisis Kelayakan Finansial Kurir AnterXXX Pekanbaru https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/438 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial pekerjaan kurir Anterxxx di Kota Pekanbaru dengan menggunakan indikator Pay Back Period (PBP), Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terhadap 10 kurir aktif. Data yang dianalisis meliputi investasi awal, biaya operasional, pendapatan, serta karakteristik operasional responden yang diperoleh dari file survei penelitian.Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi awal kurir, yang terdiri dari kendaraan dan handphone operasional, dapat kembali dalam waktu relatif singkat, dengan nilai PBP berkisar antara 2,21–5,74 bulan dan rata-rata 4,35 bulan. Nilai IRR berada pada rentang 208,20%–544,04% dengan rata-rata 309,97%, yang menunjukkan tingkat pengembalian investasi sangat tinggi. Sementara itu, nilai NPV seluruh responden bernilai positif, yaitu antara Rp131.300.600–Rp244.143.887, dengan rata-rata Rp171.588.426. Nilai BCR juga seluruhnya lebih besar dari satu, yaitu 7,53–19,61, dengan rata-rata 11,19. Berdasarkan seluruh indikator tersebut, pekerjaan sebagai kurir Anterxxx di Kota Pekanbaru dapat dinyatakan layak, bahkan sangat layak, secara finansial.</p> Hendra Taufik Mardani Sebayang Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 97 109 10.35583/js.v14i1.438 Perencanaan Pembangunan Pembangit Listik Tenaga Pico Hydro Pada Sungai Debit Kecil https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/416 <p>Air merupakan salah satu jenis energi yang melimpah di Indonesia, sehingga dapat berpotensi jika dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik skala kecil, salah satunya Pembangkit Listik Tenaga <em>Pico hydro</em> (PLTPH). Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan pembangkit listrik pada sungai debit air kecil sebagai sampel sehingga tergolong kedalam jenis <em>pico hydro</em>, penelitian perencanaan ini berada di Dusun Blater Kidul, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini untuk membuktikan bahwa pada aliran air sungai dengan debit air menyuplai listrik kebutuhan kecil. Pengukuran lapangan dilakukan untuk menentukan kecepatan aliran sungai, luas penampang sungai, debit, dan <em>head</em> sebagai dasar perhitungan potensi daya. Hasil penelitian menunjukkan debit aliran 0,18 m³/s, kecepatan 2,3 m/s, dan <em>head</em> efektif 2,8 m. Perhitungan menghasilkan potensi daya 5,297 kW dan daya bersih 4,202 kW dengan efisiensi sistem 85%. Penggunaan turbin pelton dipilih karena sesuai dengan debit dan <em>head</em> rendah hingga sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa perencanaan PLTPH dapat dimanfaatkan untuk penerangan pada desa terpencil, penerangan jalan desa, maupun penerangan pada kebutuhan listrik yang tidak terlalu banyak.</p> Nur Aisyah Mar’atus Salsabila Zakiyyah Eda Devi Ardini Nila Khoirul Naili Isaac Alfarez Yuniar Fahmi Lathif Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 110 119 10.35583/js.v14i1.416 Analisis Efektifitas Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Kota Pekanbaru (Studi Kasus: SDN 41 Pekanbaru) https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/417 <p>SDN 41 Pekanbaru berada dalam kawasan Zona Selamat Sekolah (ZoSS), namun implementasinya belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ZoSS dalam mendukung keselamatan siswa di Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi analisis statistik distribusi normal melalui uji Z untuk menilai perilaku penyeberang dan pengantar siswa, serta evaluasi fasilitas dan kinerja lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas ZoSS, seperti rambu dan marka jalan, masih belum memadai, lalu lintas tergolong padat dengan derajat kejenuhan tertinggi 0,960 dan LOS E, serta kecepatan rata-rata kendaraan 31,169 km/jam melebihi batas yang ditetapkan. Perilaku penyeberangan siswa belum memenuhi kriteria keselamatan, sedangkan perilaku pengantar siswa tergolong aman. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan fasilitas dan pengawasan ZoSS untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib bagi siswa.</p> Harry Pratama Fatmirozia Fitridawati Soehardi Hendri Rahmat Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 120 130 10.35583/js.v14i1.417 Analisis Sifat Mekanik Komposit Komposis Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dengan Variasi Waktu Perendaman Serat Dalam Larutan NaOH https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/428 <p>Pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia menghasilkan peningkatan limbah padat berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang pemanfaatannya masih terbatas. Pemanfaatan serat TKKS sebagai penguat (<em>reinforcement</em>) komposit menjadi solusi strategis. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan variasi fraksi volume serat-resin (S-R) sebesar 25%:75% dan 50%:50%, serta variasi lama perendaman serat selama 2 jam dan 3 jam. Spesifikasi pengujian tarik mengacu pada standar internasional ASTM D3039 untuk lembaran datar berlapis (<em>flat strip laminate</em>). Peningkatan waktu perendaman dari 2 jam ke 3 jam menunjukkan tren linier positif terhadap nilai tegangan maksimum pada kedua variasi campuran. Kenaikan tegangan terbesar terjadi pada rasio S-R 25%:75% yaitu sebesar 43,20% (dari 15,58 N/mm<sup>2</sup> menjadi 22,31 N/mm<sup>2</sup>). Nilai tegangan tertinggi secara keseluruhan dicapai oleh rasio S-R 50%:50% pada perendaman 3 jam yaitu sebesar 23,16 N/mm<sup>2</sup>. Di sisi lain, nilai regangan menunjukkan perilaku yang bertolak belakang; rasio S-R 25%:75% meningkat (dari 1,85 ke 2,35), sedangkan rasio S-R 50%:50% menurun tajam (dari 3,00 ke 1,95) karena peningkatan kekakuan material. Kekuatan tarik maksimum komposit dipengaruhi secara simultan oleh durasi perendaman alkali dan fraksi campuran serat-resin. Durasi perendaman selama 3 jam dengan fasa kerapatan serat 50% (rasio S-R 50%:50%) merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kekuatan struktural dalam menahan beban tarik.</p> Abdul Khair Junaidi Adi Isra Rinaldi Rinaldi Koinardo Koinardo Sonix Sonix Hafizah Hafizah Hardinal Hadi Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 131 135 10.35583/js.v14i1.428 Efektivitas Metode Perlindungan Korosi pada Baja Struktural: Scoping Review https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/453 <p>Korosi pada baja struktural menimbulkan kerugian ekonomi yang besar dan menjadi tantangan teknis yang signifikan, terutama di wilayah tropis dengan tingkat kelembapan tinggi seperti Indonesia. Berbagai metode perlindungan korosi telah dikembangkan, namun kajian komprehensif yang membandingkan efektivitas masing-masing metode masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>scoping review</em> dengan mengacu pada kerangka Arksey dan O’Malley. Sebanyak 70 artikel diidentifikasi dari enam basis data elektronik untuk periode publikasi 2015–2026. Setelah penghapusan artikel duplikat serta proses penyaringan judul, abstrak, dan teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 26 artikel yang digunakan dalam sintesis akhir. Data dianalisis secara naratif dan dikelompokkan ke dalam empat metode utama, yaitu lapisan polimer, perlindungan katodik, inhibitor korosi, dan perlakuan permukaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasan yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, karakteristik struktur, kebutuhan pemeliharaan, serta aspek ekonomi dan keberlanjutan. Tidak terdapat satu metode yang unggul secara mutlak untuk seluruh kondisi. Oleh karena itu, pemilihan sistem perlindungan korosi perlu dilakukan secara komprehensif dan disesuaikan dengan kondisi paparan, karakteristik material, umur layan, serta kebutuhan spesifik struktur yang dilindungi.</p> Intan Monica MG M. Rizqullah Adnan Fa’iqa Grace Desrika Deni Aby Mayu Anggara Muthia Luthfunnisa Adrila Zara Amanda M. Zulkifli Alamsyah Syafiqul Hafidz Bochari Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 136 144 10.35583/js.v14i1.453 Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi dan Longsor di Kabupaten Solok Menggunakan Metode AHP dan Sistem Informasi Geografis (SIG) https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/456 <p>Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi di Indonesia. Secara geologis, Kabupaten Solok dilalui oleh Sesar Sumatera (Semangko Fault) yang aktif dan memiliki topografi pegunungan yang curam, menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi dan tanah longsor. Keterbatasan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi menjadi hambatan utama bagi pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penentuan daerah rawan bencana gempa bumi dan longsor di Kabupaten Solok dengan mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria parameter kerawanan bencana berdasarkan penilaian 12 responden pakar, sedangkan SIG digunakan untuk memvisualisasikan hasil analisis dalam bentuk peta zonasi kerawanan spasial. Kriteria yang digunakan untuk analisis kerawanan gempa meliputi jarak dari sesar aktif, jenis batuan, amplifikasi tanah, kepadatan penduduk, dan kualitas bangunan. Sedangkan untuk analisis kerawanan longsor meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan kedalaman tanah pelapukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan gempa bumi dan 5 kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan longsor di Kabupaten Solok. Sistem yang dibangun menghasilkan peta zonasi kerawanan multi-bencana dengan akurasi sebesar 88,7% yang divalidasi menggunakan data kejadian bencana historis dari BPBD Kabupaten Solok periode 2018-2023. Sistem berbasis web yang dibangun diharapkan dapat menjadi instrumen pengambilan keputusan yang efektif bagi Pemerintah Kabupaten Solok dan BPBD dalam perencanaan tata ruang berbasis kebencanaan dan peningkatan kapasitas mitigasi bencana.</p> Ilham Chairuddin Jean Riko Kurniawan Putra Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 145 167 10.35583/js.v14i1.456 Optimasi Strategi Pemasaran Perguruan Tinggi Berbasis Segmentasi Data Menggunakan HDBSCAN dan GMM https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/426 <p>Persaingan antar perguruan tinggi yang semakin ketat menuntut strategi pemasaran yang lebih presisi dan berbasis data. Namun, praktik segmentasi mahasiswa di banyak institusi masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang bersifat subjektif dan kurang mampu menangkap heterogenitas karakteristik mahasiswa secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran perguruan tinggi melalui segmentasi mahasiswa berbasis data dengan pendekatan klasterisasi dua tahap (<em>two-stage clustering</em>), menggunakan data 731 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STTP) periode 2020–2023 dengan 97 atribut. Pada tahap awal, metode HDBSCAN digunakan untuk mengeksplorasi struktur global data mahasiswa, mengidentifikasi klaster mayoritas, serta menyaring <em>noise</em>. Selanjutnya, segmentasi lanjutan dilakukan menggunakan <em>Gaussian Mixture Model</em> (GMM) untuk memetakan heterogenitas internal pada klaster mayoritas secara probabilistik. Evaluasi jumlah klaster dilakukan menggunakan <em>Bayesian Information Criterion</em> (BIC) dan <em>Akaike Information Criterion</em> (AIC) guna memastikan keseimbangan antara kualitas model dan interpretabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan <em>hybrid</em> ini mampu menghasilkan tiga segmen mahasiswa yang lebih homogen dan tajam dibandingkan penerapan GMM pada <em>dataset</em> utuh, yaitu: (1) <em>Mahasiswa Tradisional Berprestasi</em> — usia muda dengan pembiayaan eksternal dan tidak bekerja; (2) <em>Mahasiswa Pekerja Fleksibel</em> — seluruhnya bekerja dengan pembiayaan campuran; dan (3) <em>Mahasiswa Mandiri Adaptif</em> — hampir seluruhnya membiayai kuliah secara mandiri sambil bekerja dengan prestasi akademik tertinggi. Pembeda utama antar segmen terutama terletak pada pola pembiayaan pendidikan dan status keterlibatan kerja, sementara variabel usia dan sosial ekonomi berperan sebagai karakteristik deskriptif pendukung. Struktur segmentasi yang dihasilkan selanjutnya diterjemahkan ke dalam kerangka <em>Segmenting–Targeting–Positioning</em> (STP) untuk merumuskan rekomendasi strategi pemasaran yang relevan dan aplikatif. Temuan ini menegaskan bahwa segmentasi berbasis data dapat menjadi dasar yang lebih objektif dan efektif dalam perencanaan strategi pemasaran pendidikan tinggi.</p> Anwar Karnaidi Dhomas Hatta Fudholi Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 168 179 10.35583/js.v14i1.426 Optimasi Penggunaan Fly Ash sebagai Material Substitusi Semen terhadap Peningkatan Sifat Mekanik Beton https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/457 <p>Beton merupakan material konstruksi yang masih banyak digunakan karena memiliki ketersediaan bahan yang melimpah, mudah dikerjakan, dan mampu menahan beban tekan yang tinggi. Seiring perkembangan teknologi konstruksi, berbagai material limbah mulai dimanfaatkan sebagai bahan tambah beton untuk meningkatkan kinerja sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu limbah yang berpotensi dimanfaatkan adalah fly ash, yaitu residu hasil pembakaran batu bara pada PLTU. Fly ash yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PLTU Tenayan Raya Kota Pekanbaru yang pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan fly ash terhadap kuat tekan beton mutu K-250. Variasi fly ash substitusi semen yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat semen dengan mengurangi jumlah semen dalam campuran. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder yang berjumlah 3 benda uji setiap variasi dengan pengujian pada umur 14 hari dan 28 hari. Secara total ada 30 benda uji. Sebelum digunakan, fly ash disaring hingga lolos ayakan No.100, sedangkan agregat diuji karakteristik fisiknya untuk menentukan komposisi campuran berdasarkan Job Mix Design (JMD). Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi pengurangan semen (0%–20%), terlihat bahwa peningkatan substitusi cenderung menurunkan kuat tekan beton, terutama pada kadar tinggi. Nilai kuat tekan tertinggi terjadi pada beton normal 0% (28 hari) yaitu sekitar 295,21 kg/cm². Pada substitusi rendah (5%–15%), penurunan kuat tekan masih relatif kecil dan cenderung masih berada pada kisaran yang cukup stabil, sehingga masih memungkinkan digunakan dalam batas tertentu. Namun pada substitusi 20% terjadi penurunan yang sangat signifikan, baik pada umur 14 hari maupun 28 hari, yang menunjukkan bahwa kadar tersebut sudah melewati batas optimum.</p> Ahmad hamidi Beny Setiawan Febry Eko Purwanto Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 180 186 10.35583/js.v14i1.457 Characterization of Mechanical Properties and Melt Flow Behavior of rPET from Waste Bank Sources Using Twin-Screw Extrusion https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/423 <p>Polyethylene terephthalate (PET) is one of the most widely used thermoplastic polymers in packaging applications, contributing significantly to global plastic waste generation. Mechanical recycling of post-consumer PET (rPET) offers a practical solution to reduce environmental impact; however, the variability of feedstock obtained from decentralized waste collection systems, such as waste banks, poses challenges in ensuring consistent material performance. This study aims to characterize the mechanical properties and melt flow behavior of post-consumer rPET derived from waste bank sources and processed using twin-screw extrusion. PET bottle waste was collected, cleaned, and processed into pellets under controlled extrusion conditions. The resulting material was evaluated through melt flow index (MFI) tested at 270°C with an applied load of 2.16 kg in accordance with ASTM D1238, alongside tensile strength, hardness, and elongation at break tests. The results show that the recycled PET exhibits an average MFI of 60.8 g/10 min, tensile strength of 64.1 MPa, hardness of 84.9 Shore D, and elongation at break of 10.9%. The tensile strength falls within the range previously reported for mechanically recycled PET (48.3–72.4 MPa), while the low elongation at break reflects reduced ductility consistent with thermo-mechanical degradation. This study provides preliminary baseline data on the properties of rPET sourced from waste bank systems, offering foundational insights into its potential suitability for rigid secondary manufacturing applications where structural stability is prioritized over flexibility, pending broader validation with larger sample sizes and direct comparative testing against commercially recycled PET.</p> Meilani Manurung Adhe Aryswan Adi Syahputra Purba Benny Hadli Irawana Kholilur Rahman Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-27 2026-06-27 14 1 187 192 10.35583/js.v14i1.423 Optimalisasi Pengaruh Substitusi Portland Composite Cement (PCC) pada Pasta Geopolimer Abu Sawit Terhadap Waktu Pengerasan (Setting Time) https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/445 Harriad Akbar Syarif Antonius Prabowo Setiyawan Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-28 2026-06-28 14 1 193 202 10.35583/js.v14i1.445 Penerapan Algoritma Random Forest Untuk Prediksi Keterlambatan Proyek Konstruksi Berdasarkan Faktor Cuaca, Tenaga Kerja, dan Material https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/462 <p>Keterlambatan proyek konstruksi merupakan masalah yang sering terjadi karena pengaruh cuaca, tenaga kerja, material, dan ketidaksesuaian progres lapangan. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma Random Forest untuk memprediksi potensi keterlambatan proyek konstruksi berdasarkan variabel cuaca, tenaga kerja, material, dan progres pekerjaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis supervised machine learning dengan tahapan pengumpulan data, preprocessing, pembentukan label, pelatihan model, pengujian model, dan implementasi aplikasi berbasis web menggunakan PHP 7.4 serta MySQLi. Dataset prototipe terdiri atas 90 data training dan 18 data testing dengan variabel curah hujan, hari hujan, suhu, kelembapan, jumlah pekerja, absensi, produktivitas, keterlambatan material, stok material, target progres, realisasi progres, deviasi progres, durasi rencana, dan minggu pekerjaan. Hasil evaluasi menunjukkan accuracy 77,78%, precision 86,67%, recall 86,67%, F1-score 86,67%, dan ROC-AUC 66,67%. Faktor yang paling dominan adalah deviasi progres, keterlambatan material, produktivitas tenaga kerja, stok material, dan jumlah hari hujan. Aplikasi yang dibangun mampu menampilkan form prediksi, hasil klasifikasi, riwayat prediksi, serta laporan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini risiko keterlambatan proyek konstruksi, namun model tetap perlu divalidasi menggunakan data proyek riil yang lebih besar.</p> Fitra Yuda Irzon Meiditra Alifia Restu Selvanda Fauziah Fauziah Yulia Yulia Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-29 2026-06-29 14 1 203 207 10.35583/js.v14i1.462 Efisiensi Energi dan Kelayakan Ekonomi Penerapan Varible Speed Drive Pada Sistem Pompa Distribusi Process Water https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/463 <p>Sistem distribusi <em>process water</em> pada industri umumnya menggunakan motor induksi berdaya besar yang beroperasi secara kontinu sehingga berkontribusi signifikan terhadap konsumsi energi listrik. Pengendalian debit menggunakan metode throttling valve pada sistem Direct On Line (DOL) sering menimbulkan inefisiensi energi akibat motor tetap beroperasi pada kecepatan nominal meskipun kebutuhan debit berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi energi dan kelayakan ekonomi penerapan Variable Speed Drive (VSD) pada motor pompa sentrifugal berkapasitas 500 kW di PT Riau Andalan Pulp and Paper. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan komparatif berdasarkan data operasional aktual yang diperoleh dari Human Machine Interface (HMI) dan Electronic Tripping Unit (ETU) selama 14 hari pengamatan. Analisis ekonomi dilakukan menggunakan metode Simple Payback Period (SPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VSD mampu menurunkan konsumsi daya secara signifikan dibandingkan metode DOL dengan throttling valve. Pada kondisi operasi setara 50%, konsumsi daya sistem DOL tercatat sebesar 318 kW, sedangkan sistem VSD hanya sebesar 32 kW. Implementasi VSD menghasilkan penghematan energi rata-rata sebesar 4.042,19 kWh per hari atau setara 1.475.399,35 kWh per tahun. Penghematan energi tersebut memberikan reduksi biaya operasional sebesar Rp1.645.070.275,25 per tahun. Dengan nilai investasi sebesar Rp5.000.000.000, sistem memiliki periode pengembalian modal selama 3,039 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Variable Speed Drive layak diterapkan sebagai solusi konservasi energi dan peningkatan efisiensi operasional pada sistem pompa distribusi <em>process water</em> industri.</p> Yolnasdi Yolnasdi Triana Ramdha Ermawati Ermawati Kevin Kevin Chrismondari Chrismondari Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-29 2026-06-29 14 1 208 216 10.35583/js.v14i1.463 Kajian Kapasitas Struktur Atas Jembatan Rangka Baja Eksisting Berdasarkan Standar Pembebanan SNI 1725:2016 Menggunakan MIDAS Civil (Studi Kasus: Jembatan Sungai Kembung Luar Kecamatan Bantan) https://ejournal.sttp-yds.ac.id/index.php/js/article/view/452 <p>Jembatan Kembung Luar merupakan sarana transportasi penting yang menghubungkan Desa Pambang dengan Desa Teluk Lancar di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jembatan rangka baja yang dibangun pada tahun 2003 ini memerlukan evaluasi berkala untuk memastikan kapasitas dan kelayakan strukturalnya masih memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas dan kinerja daya layan struktur Jembatan Rangka Baja Sungai Kembung Luar berdasarkan kondisi eksisting, mengacu pada SNI 1725:2016 dan klasifikasi jalan yang berlaku. Material baja diasumsikan bertipe BJ-55 dengan tegangan leleh 460 MPa karena tidak tersedia data pengujian aktual maupun dokumen as-built. Pemodelan dan pengecekan kapasitas dilakukan menggunakan MIDAS <em>Civil</em> dengan metode LRFD, mencakup beban mati, beban hidup (lajur "D" dan truk "T" 9 ton), beban angin, dan beban gempa. Hasil analisis lendutan akibat beban truk 9 ton menunjukkan nilai 87,06 mm (Daya Layan 1), 98,43 mm (Daya Layan 2), 93,04 mm (Daya Layan 3), dan 83,01 mm (Daya Layan 4), seluruhnya melampaui batas izin L/800 = 75 mm. Pengecekan kapasitas penampang menunjukkan sejumlah elemen menghasilkan rasio demand/capacity (Rmax) &gt; 1,000. Disimpulkan bahwa jembatan tidak memenuhi persyaratan batas daya layan (<em>serviceability limit state</em>) ditinjau dari lendutan, dan terdapat elemen yang tidak memenuhi kapasitas penampang berdasarkan SNI 1725:2016. Diperlukan evaluasi lanjutan, perbaikan struktural, dan pengujian material aktual.</p> Dedi Enda Roma Dearni Roma Yessy Susanti Copyright (c) 2026 SAINSTEK 2026-06-29 2026-06-29 14 1 217 231 10.35583/js.v14i1.452